BERPUASA ITU SEHAT, DISIPLIN DAN PEKA TERHADAP KEPEDULIAN

Tak terasa bulan suci Ramadhan 1431H atau 2010 ini sudah memasuki hari ke-20. Banyak hikmah yang  dapat kita ambil dalam menjalankan rukun Islam ke 3 ini. Evaluasi ibadah puasa terhadap tahun-tahun sebelumnya yang sering kita dengar dari ceramah-ceramah agama dapat kita lakukan pada ibadah shaum tahun ini. Utamanya untuk diri kita sendiri dan juga untuk keluarga kita. Dahulu orang tua kita mengajarkan ibadah puasa ini secara bertahap pada diri kita. Di usia 7 – 8 tahun kita sudah diajarkan berpuasa untuk waktu ½ hari. Orang Betawi bilang puasa bedug. Pada saat waktu zhuhur diperbolehkan berbuka. Tahun berikutnya ditingkatkan menjadi berpuasa ¾ hari atau boleh berbuka pada waktu bedug Ashar. Dan pada akhirnya si anak dengan sendirinya mempunyai keinginan berpuasa penuh untuk tahun-tahun berikutnya. Hal ini juga dilakukan oleh anak-anak kita pada usia seperti yang digambarkan diatas. Betapa dengan sabar para orang tua mengajarkan anak-anak berpuasa secara bertahap. Rasa kebanggaan pada orang tua dan si anak pastinya tercermin dari pembelajaran berpuasa ini.

Kembali pada evaluasi yang akan kita lakukan dengan berpuasa pada tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi dapat kita lakukan dengan catatan bolong / batal puasa berapa pada tahun lalu?. Dan tahun ini diupayakan targetnya adalah berpuasa penuh selama sebulan. Evaluasi terhadap  Ibadah/sholat wajib yang diperintahkan oleh Allah SWT. Hal positif yang dapat kita ambil adalah dengan adanya bulan suci ramadhan ini, kebiasan kita yang kadang meninggalkan ibadah/sholat wajib. Berkat Rahmat Allah SWT, kita akan tergerak untuk menjalankannya. Bahkan dengan antusias selalu ingin menjalankan berjamaah. Baik di musholah kantor atau di musholah rumah terdekat. Banyak sekali evaluasi-evaluasi lainnya yang dapat kita lakukan. Dan pada gilirannya akan membawa hati kita pada kekhusu’an menjalankan ibadah dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta yang berimbas pada hati yang bersih, tentram dan damai. Namun perlu juga diingat hal ini juga harus diterapkan pada anggota keluarga kita yang lain. Sehingga syiar Islam untuk keluarga kita semakin semarak.

Kembali mengenai berpuasa pada suci ramadhan, tidak hanya menjalankan perintah wajib dari Allah SWT. Yang mana pahala yang diberikan akan berlipat ganda apalagi dibarengi dengan ibadah-ibadah  lainnya. Manfaat untuk kesehatan kita dapatkan apabila kita menjalankan ibadah puasa ini. Dari beberapa sumber atau media yang sering kita baca diantaranya adalah mengistirahatkan sistem pencernaan, Menurunkan tekanan darah tinggi tanpa obat. merupakan pintu gerbang yang sempurna untuk memulai pola makan sehat, membantu menurunkan berat badan tanpa rasa lapar yang menyiksa. Dan masih banyak lagi manfaat kesehatan dari berpuasa. Ibadah sunah utama pada bulan suci Ramadhan adalah sholat sunah tarawih. Disamping ganjaran pahala yang dijanjikan Allah SWT sebanding dengan sholat wajib dan juga berlipat ganda juga berimbas pada kesehatan dimana gerakannya tanpa kita sadari adalah olah raga.

Hal lain yang dapat kita ambil dari berpuasa yang benar dengan mengikuti  apa yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad SAW adalah kedisiplin akan tercermin pada orang yang melaksanakannya. Anda bisa bayangkan semua diatur dengan sangat sempurna. Dari mulai awal puasa yang ditandai dengan waktu imsak dan berbuka pada saat dikumandangkan adzan Magrib. Semua sudah diatur oleh Allah SWT. Kedisplinan yang kita lakukan pada bulan suci ramadhan kelak terbawa pada lingkungan kerja kita, rumah kita dan sekeliling kita. Orang yang berpuasa dengan benar akan taat mengikuti aturan / perintah Allah SWT dan dengan sabar akan menjalankannya. Insya Allah, akan terbawa pula pada lingkungan dimanapun, dimana aturan diterapakan. Termasuk juga aturan Perusahaan tempat kita bekerja.

Kepedulian pada orang yang kurang beruntung akan tercermin dari perjalanan puasa kita. Betapa rasa lapar itu tidak nyaman. Seolah kita merasakan penderitaan orang-orang yang kurang beruntung. Yang pada gilirannya mengingatkan kita tentang shadaqoh dan yang lebih dasyat lagi mengingatkan kita pada uang hasil jerih payah kita terdapat hak orang lain (Zakat profesi atau zakat lainnya). Zakat fitrah yang pada umumnya dilaksanakan pada malam takbiran adalah bagian dari menyempurnakan puasa kita.

Inysa Allah, apabila sebelum datangnya ramadhan kita sudah mempersiapkan diri secara mental untuk kedatangannya. Maka dengan ringan kita akan menjalankannya. Tidak ada kata terlambat untuk suatu perbaikan. Begitu juga untuk waktu puasa tahun ini yang sedang berjalan. Perbaikan dengan cara evaluasi dapat kita lakukan sampai akhir ramadhan sehingga ketakwaan kita semakin mantab. Moment evaluasi tidak terbatas pada saat bulan suci ramadhan. Selesai ramadhan semakin kita tingkatkan diri kita untuk selalu mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Semoga kita mendapat Rahmat dari Allah SWT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s